Monthly Archives: April 2012

Belajar Mendengarkan

Seorang guru, pada suatu siang yang terik, meminta murid-muridnya menyanyikan lagu perjuangan. Pelajaran menyanyi selalu dianggap pelajaran paling menyenangkan bagi sebagian guru. Tapi tidak bagi Kamid siang itu. Keringat dingin mulai bercucuran. Alih-alih menjadi pelajaran menyenangkan, menyanyi bagi Kamid dianggapnya siksaan. Semua siswa telah menyanyi: Ada yang menyanyi Bandung Lautan Api, Maju Tak Gentar, dan sebagainya. “Kamid, sekarang giliran kamu!” perintah Ibunda Guru. Baca lebih lanjut

Kita dan Gairah Belajar Anak-anak

Abdullah bin Mas’ud. Lelaki berilmu ini memilih hari Kamis bagi dirinya untuk mengajar. Pembahasannya yang bernas menjadikan banyak orang tertarik mendengarkan. Maka, tidaklah mengherankan tatkala banyak orang meminta dirinya untuk mengajar tiap hari. “Wahai, Abu Abdurrahman,” kata seseorang suatu ketika, “aku suka jika engkau berceramah setiap hari.”

“Hal itu tidak mungkin aku lakukan,” jawab Abdullah bin Mas’ud. “Aku tidak suka membuat kalian lekas bosan. Sesungguhnya aku memberikan selingan nasihat kepada kalian seperti Nabi saw. memberikan selingan nasihat kepada kami karena khawatir kami bosan.” Baca lebih lanjut