Category Archives: Rehat

cerita-cerita anekdotal dan lucu-lucu

Akhir Kisah Seorang Pendendam

“Mau mati mulia saja kok ya susah,” kata lelaki yang baru saja digotong ke trotoar jalan itu. Wajahnya penuh darah. Mulutnya terus merintih sambil nggresulo. “Apalagi mau mencari hidup mulia,” imbuhnya. Kami hanya diam sambil mengangkat lelaki itu.

“Waoalah, kok ya aku masih Engkau beri hidup ya Allah,” lelaki itu terus menggerutu. Ia terjatuh dari sepeda yang menimbulkan ledakan dahsyat; semacam bom low explosive; suaranya sedikit lebih dewasa dari mercon lebaran. Namun, ketika ia mendengar orang ribut mengatakan, “Hancur…hancur! Kepalanya pecah.” Dia tersenyum bangga. Batinnya berkata, aksi balas dendamnya sukes besar. Memang ia ingin membalas dendam pada polisi yang telah merobohkan teman-temannya. Ia tidak rela. Maka malam itu ia kayuh sepedanya menuju pos polisi lalu lintas. Baca lebih lanjut

Bertanya Anak pada Bapaknya

ayah-dan-anakANAK ITU DUDUK mendekat ¬†ayahnya. Ia menyunggingkan senyum dan melemparkan sebuah pertanyaan yang membuat sang ayah terhenyak. “Ayah,” katanya. “Ayah tambah tua, ya?”

Sang ayah terdiam. Lalu, sambil tersenyum dia menjelaskan bagaimana ia selalu bertambah tua. Ia bercerita bahwa terkadang pinggangnya mulai terasa sakit. Lututnya sering terasa lemas dan goyah. Ia juga menunjukkan beberapa bagian tubuhnya yang mulai berkerut. “Apa maksudmu dengan bertanya aku telah ‘bertambah tua’, sayang? Baca lebih lanjut

Bertanya Anak pada Bapaknya

ayah-dan-anakANAK ITU DUDUK mendekat ayahnya. Ia menyunggingkan senyum dan melemparkan sebuah pertanyaan yang membuat sang ayah terhenyak. “Ayah,” katanya. “Ayah tambah tua, ya?”

Sang ayah terdiam. Lalu, sambil tersenyum dia menjelaskan bagaimana ia selalu bertambah tua. Ia bercerita bahwa terkadang pinggangnya mulai terasa sakit. Lututnya sering terasa lemas dan goyah. Ia juga menunjukkan beberapa bagian tubuhnya yang mulai berkerut. “Apa maksudmu dengan bertanya aku telah ‘bertambah tua’, sayang?

Baca lebih lanjut

Laa Taghdlab, Janganlah Kamu Marah, Mi!

SORE ITU, saya tidak tahu persis jam dinding rumah kami menunjuk angka berapa. Hanya kami bertiga berkumpul di rumah. Nadia, anak pertama saya, sedang disuapi ibunya. Tapi sebagaimana kebanyakan anak-anak setiap kali makan selalu lama mengunyahnya, Nadia juga sama. Ia makan sambil membolak-balik Ensiklopedi Bocah Muslim. Lama benar untuk mengunyah satu suapan.

Dan, begitulah kami menyikapi Nadia. Ibunya mulai berbicara dengan nada tinggi. “Nadia, cepat makannya!” kata istri saya. Nadia hanya diam, dan tetap asyik membolak-balik buku Ensiklopedi Bocah Muslim. Baca lebih lanjut

Bertanggungjawab 100% pada Kesuksesan

MEMANG ini hanya sebuah fabel. Tak ada fakta di dalamnya. Tapi, setiap kisah senantiasa mengibarkan banyak hikmah. Dan, setiap hikmah yang mampu kita serap dengan apik akan menjadikan kita tumbuh menjadi pribadi yang semakin matang. Sekali lagi, ini hanyalah sebuah fabel tentang seekor siput yang merambat tertatih ke puncak pohon yang tinggi. Nafasnya terengah-engah. Sesekali ia berhenti. Lelah. Baca lebih lanjut

Yang Terhormat Anggota Dewan

SINAR MATAHARI belum juga meninggi. Di atas pematang sawah seorang anggota dewan terlihat sedang jogging. Tapi saat itu pandangannya banyak menerawang ke langit. Terlihat ada sesuatu yang dipikirkannya. Mungkin sebuah proyek yang akan menggelembungkan kekayaannya, atau mengembalikan seluruh utang-utangnya selama pemilu. Tiba-tiba ia terperosok ke dalam kubangan lumpur. “Aduh!” teriaknya. “Tolong saya, saya wakil rakyat!” Baca lebih lanjut

Belajar pada Lelaki Pendayung

Tersebutlah seorang anak muda yang sangat cerdas yang karena kecerdasannya ia diangkat menjadi penasihat istana. Setiap hari ia mendulang pengetahuan dengan bergelut dengan buku. Rasa-rasanya hanya bukulah satu-satunya sahabat bagi pemuda itu. Setiap perkara yang menimpa kerajaan, penasihatlah yang akan mengurainya. Begitu terus keadaannya. Selalu ada ide-ide cemerlang yang diungkapkannya. Hingga suatu saat pada anak-anak muda yang ingin belajar padanya ia mengatakan, “Kalian tidak salah pilih guru. Akulah guru yang tepat bagi kalian. sudah terbukti bahwa akulah yang paling pinter di kerajaan ini.” Baca lebih lanjut